LEJIT- LEJIT AMPUH
Sesaat hampa
kau injak satu dari mata diri
layut-layut sesak yang mencampak
berumbai, iringi lantunan alam kaltim yang kasih
Cacing-cacing bergoyang manja yang syair
Syahdu, langkahkan tembusan wala-wala padi
Hadirlah, lapangkan dua hati yang mengalir
musnahlah, cecabang yang mengiris hati
Agar kau tahu,
Dulu kami sang penampar gigih
Bodoh dengan moderenisasi
Kalian belum ada mencicipi tanah kami
kami yang hidup bebas
berkelana tutupi angkara yang kosong
Menari bersama Enggang setiap hari
berburu susah tiap Jingga menyilau
Lejit bak buah harta
namun masih memanjat kaltim kan terjaga
Petuah manis dari para sesembah
Moyang negeri minyak dan batu bara
Pernah berangan namun bungkam
melepas bara menebar biduan angan
tak lagi giat menabuh seruan alam
tapi tatih tuk lihat serakan tulang tak berperasaan
Kini mega harap mengemban
walaupun tak sepantas dan sepadan
Gelora batin membahana
Cintai haluan bahati bangsa
Ikatlah ukhuwah tuk melambai lagi
Memutar belas kasih tuk singsirkan hati perih
Laksana embun ynag mengikat manisnya pagi
bersua bersama lintang lintang hakiki
Kala bulan redup ditelan pekat
Kala mentari habis dimakan hari
Kali ini pun kita kan cipta langit hitam
menjadi biru kembali.....